Selasa, 14 April 2009

CARA BERKEBUN SAWIT

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menguraikan bagaimana cara berkebun sawit yang baik dan cepat menghasilkan.
pada saat ini kebutuhan akan 9 bahan pokok harganya semakin tinggi tidak terkecuali minyak goreng yang bahan dasarnya dari kelapa sawit, walaupun ada bahan lain selain kelapa sawit tetapi tidak sebanyak kelapa sawit. pada dasarnya semua orang membutuhkan yang namanya minyak goreng karena minyak goreng merupakan kebutukan pokok yang serba guna antara lain untuk menggoreng, menumis, masak sayur dan lain - lain masih banyak lagi yang lain. tapi harus di ingat bahwa kelapasawit bukan hanya untuk minyak goreng saja melainkan bisa untuk buat biodisel, oli, sabun mandi, sabun cuci dan turunan dari limbah sawit bisa untuk pupuk kompos. sekarang ini yang banyak di tanami sawit yaitu di pulau sumatra, kalimantan dan papua yang paling dominan adalah di sumatra, hampir di seluruh sumatra sudah di tanami kelapa sawit dari mualai ujung sumatra sabang ( prop aceh), medan, riau, palembang, jambi, bengkulu, lampung semua sudah ada yang namanya kebun kelapa sawit. di daerah sumatara rata - tara penduduknya setiap kepala memiliki kebun sawit walaupun itu pendatang yang berasal dari luar sumatra, dan kebanyakan memang orang pendatang yang sukses di bidang perkebunan sawit karena selain orangnya ulet modalnya pun memadahi. contoh di daerah bengkulu khususnya di kabupaten muko - muko hampir 99% penduduknya memiliki kebun sawit dan yang lebih sukses banyak orang jawa yang memang transmigrasi ke sumatra sekarang setiap rumah minimal memiliki 2 buah sepeda motor yang di beli dari hasil sawit. kelapa sawit merupakan tanaman keras yang membutuhkan perhatian khusus apabila ingin berkebun sawit dan ingin sukses di bidang perkebunan sawit, hama yang paling meresahkan petani sawit adalah babi hutan yang sering merusak batang sawit dengan cara memakan tunas ( umbut ) sawit yang masih berumur 1-2 tahun, tetapi kalu sudah lewat dari 3 tahun babi hutan sudah tidak berani lagi makan tunas (umbut) sawit karena batang sawit sudah ada durinya. bagi petani sawit berkelahi dengan babi hutan itu sudah hal yang biasa bahkan samapai ada yang mati akibat berkelahi dengan babi hutan, kenapa sampai begitu karena babi hutan biasanya kalau dikebun sawit datangnya bergerombolan yang satu gerobolan minimal 10 ekor jadi apabila ketemu dengan gerombolan babi hutan sedangkan kita sendirian lebih baik menyelamatkan diri saja dari pada mari konyol di serbu babi, tetapi kalau babi tersebut sendirian dan kita juga sendiri biasanya babi tidak berani. di daerah sumatra waupun sudah sering diadakan berburu babi hutan secara masal tapi tidak habis - habis karena babi hutan sekali beranak sampai 20 ekor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar